04 Maret 2010

Rumah Terapung yang Akan Datang Dimasa Depan

Arsitek Belgia, Vincent Callebaut, mengajukan terobosan baru dalam menghadapi masalah perubahan iklim dan kepadatan penduduk, solusinya disebut “Daun Bunga Lily” . Daun Bunga Lily ini digambarkan sebagai prototype kota amphibi yang mampu menghidupi diri-sendiri, dengan masing-masing daun mampu menampung 50,000 orang.





Di tengah Daun ini ada sebuah danau yang menampung dan menjernihkan air hujan. Kota terapung ini tidak membutuhkan jalan dan akan mengapung dan “terhanyut” ke seluruh dunia akibat pergerakan arus laut. Desain dari Daun ini memuat 3 marina dan 3 gunung yang dikhususkan bagi bisnis dan hiburan.

Kota ini unik, karena merupakan kota amphibi: setengah di dalam air dan setengah lagi mengapung di permukaan laut.Kota ini mendapat energi dari matahari, angin, dan arus laut, yang akan memproduksi lebih banyak energi daripada yang dikonsumsinya, sehingga akan menjadi kota dengan “emisi nol”, karena semua karbon dan limbah akan didaur ulang.




Vincent Callebaut

Pada tahun 2100, akan ada 250 juta orang yang melarikan diri dari perubahan cuaca, yang disebut “climatic refugee”, karena air laut akan menghancurkan kota-kota besar seperti New York, Shanghai, dan Mumbai.

Callebaut percaya bahwa produknya ini adalah solusi jangka panjang untuk menghadapi naiknya air laut dan bukan untuk memperkuat garis pantai, karena solusi garis pantai hanyalah solusi jangka pendek.







Arsitek Belgia, Vincent Callebaut, mengajukan terobosan baru dalam menghadapi masalah perubahan iklim dan kepadatan penduduk, solusinya disebut “Daun Bunga Lily” . Daun Bunga Lily ini digambarkan sebagai prototype kota amphibi yang mampu menghidupi diri-sendiri, dengan masing-masing daun mampu menampung 50,000 orang.

01 Maret 2010

Wolpertinger, Binatang Khayalan Yang Diburu

Wolpertinger (Crisensus Bavaricus) adalah hewan fiktif/khayalan yang disebut-sebut menghuni Hutan Alpine Bavaria di Jerman. Hewan ini memiliki tubuh yang merupakan bagian-bagian dari tubuh hewan lain, sebut saja sayap burung, tanduk rusa, dan taring yang kesemua itu melekat pada tubuh mamalia kecil, atau gambaran secara luasnya adalah kelinci bertanduk atau tupai bertanduk. Hewan ini dianggap kerabat dengan Rasselbock dari Hutan Thuringian , atau Elwedritsche dari daerah Pfalz, yang digambarkan sebagai makhluk mirip ayam dengan tanduk, Jackalope yang berasal dari Amerika, serta Skvader dari Swedia karena memiliki kesamaan.

Gambar makhluk menyerupai Wolpertingers telah ditemukan dalam ukiran kayu yang datang dari abad ke-17. Namun, ada perdebatan mengenai ini apakah gambar tersebut merupakan Wolpertingers atau kelinci terinfeksi oleh Shope papillomavirus (virus yang menyebabkan tumor tulang tumbuh pada kelinci kepala dan tubuh).

Menurut legenda, cara terbaik untuk menangkap Wolpertinger adalah dengan memakai umpan wanita muda yang cantik, karena Wolpertingers memiliki kelemahan pada kecantikan wanita. Wanita tersebut harus pergi ke sebuah hutan pada malam hari saat bulan penuh dan mencari sudut terpencil di mana Wolpertinger biasa tinggal. Ketika Wolpertinger menampakkan dirinya wanita tersebut harus memperlihatkan payudaranya. Hal ini akan menyebabkan Wolpertinger mabuk dan jatuh sehingga memungkinkannya untuk dengan mudah ditangkap.

Wolpertinger tidak seperti binatang cryptid pada umumnya, karena sebenarnya penduduk lokal tidak percaya akan keberadaannya. Malah mereka menjadikan Wolpertinger sebagai boneka yang disandingkan dengan piala berburu sebenarnya. Hal ini dijadikan guyonan yang ditujukan kepada para pemburu yang mempunyai tujuan untuk memburu hewan menakjubkan ini.

Museum Berburu dan Memancing di Munich memiliki pameran tetap Wolpertinger. Biasanya mereka menggelar pameran khusus Wolpertinger pada saat Mardi Gras atau April Mop.


Berikut gambar-gambar pajangan Wolpertinger yang dikumpulkan dari berbagai sumber: